Potensi Tambang Sumba Tengah : Catatan Dinas Pertambangan

ANAKALANG, (Talora) – Senin, 23 juni 2008, waktu menunjukkan pukul 10.45 WITA. Berawal dari ajakan Kepala Dinas Pertambangan Sumba Tengah, Bpk. Ir. Umbu Katanga, saya pun menemui dia di ruang kerjanya. Sesampainya disana, sambutan hangat dan antusiasme tinggi saya dapatkan dari Umbu katanga.

Sempat terbesit dalam hati sebuah pertanyaan, ”ada apa gerangan?”

Setelah 5 menit berselang membuka pembicaraan, tersirat keinginan dari Umbu Katanga untuk mensosialisasikan potensi daerah yang merupakan kekayaan daerah Kabupaten Sumba Tengah.

Menurutnya salah satu potensi daerah yang sedang diusahakan di tahun 2008 adalah pasir besi di pantai Kamaru Jangga – Desa Manuwolu – Kecamatan Mamboro, dan Tana Darru – Desa Umbu Langang – Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat Kabupaten Sumba Tengah.

Mengetahui adanya potensi pasir besi di Mamboro, PEMDA Kabupaten Sumba Tengah melalui dinas pertambangan lalu mengajukan usulan kerjasama dengan PT. NIPINDO PRIMA MESIN (NPM) yang bergerak dibidang pertambangan. PT. NPM kemudian menjawab usulan kerja sama itu dengan mengeluarkan surat direktur No. 012/NP-MD/II/2008 tentang permohonan Surat Keterangan Izin Peninjauan (SKIP) tertanggal 12 Februari 2008. PEMDA ST sendiri menyambut baik permohonan tersebut dengan menerbitkan Surat Izin Bupati Sumba Tengah Nomor. 545/04/53.17/II/TAMBEN/2008 tentang SKIP bahan galian pasir besi di Pantai Kamaru Jangga – Desa Manuwolu – Kecamatan Mamboro.

Setelah surat izin PEMDA ST keluar, PT. NIPINDO PRIMA MESIN kemudian melakukan peninjauan di 12 titik (18/2) dengan hasil seperti berikut: deskripsi pasir halus berwarna hitam dan dominan magnetit. Analisis laboratorium menunjukkan kandung Fe total cukup tinggi dan memenuhi syarat ketentuan pasar (76%) dengan kandungan titan cukup rendah (10%), magnetit (Fe3O4) : 45,22%-76,55%, ilmetit (FeTiO3) : 3,68 %-6,22%, hematite (Fe2O3) : 4,28%-17,39% dan Zirlon (ZrSiO4) : 0,2%-0,53%. Potensi pasir di daerah ini hingga kedalaman 3m mencapai 3 juta ton lebih dengan asumsi lebar endapan 100m hingga laut.

Dalam rangka penelitian lanjutan, PT. NPM mengajukan kuasa pertambangan penyelidikan umum (KP-pu) nomor 022/Nip-Md/III/2008 dengan luas sekitar 1.305 ha. Tujuannya untuk mengetahui potensi pasir di daerah tersebut.

Pengajuan oleh PT. NPM lalu disambut dengan dikeluarkannya Keputusan Bupati Sumba Tengah KEP/HK/41/2008 tentang pemberian kuasa pertambangan penyelidikan umum kepada PT. NPM. Pemberian kuasa tersebut dengan pertimbangan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam secara optimal di bidang pertambangan. Tujuannya agar terlaksana secara baik dan benar dengan tetap memperhatikan fungsi dan daya dukung lingkungan dalam rangka menunjang penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pemberian pelayanan terhadap masyarakat sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku melalui kewenangan yang diberikan.

Dalam penjelasannya ke redaksi, Umbu Katanga dengan penuh semangat menyiratkan bahwa pasir besi Mamboro adalah harta karun masyarakat Sumba Tengah. Di Sumba tengah masih terdapat banyak sumber tambang sebagai sebuah potensi daerah yang masih berupa usulan dinas ke pimpinan, seperti: tambang emas berkadar 16-22 karat yang tersebar di daerah Malinjak sampai Tana Darru – kecamatan Umbu Ratunggay dan Katikutana. Data lengkap potensi tambang ST saat ini masih berada di Belanda tutur umbu Katanga.

Kendala yang dihadapi oleh Dinas Pertambangan adalah lokasi tersebut berada di kawasan hutan lindung yang akan rusak bila dilakukan kegiatan penambangan. Menurut Umbu Katanga ada satu hal yang dimungkinkan untuk melakukan kegiatan penambangan yakni melakukan reklamasi (reboisasi) secara bertahap dengan mencari lokasi hutan yang luas.

Selain pasir besi PEMDA ST sedang merancang program energi listrik dan enegi terbarukan yang dapat dikembangkan di Sumba Tengah. Energi terbarukan dimaksud adalah energi non BBM, dengan menggunakan air terjun dan mata air yang banyak terdapat di Sumba Tengah.

Menurut data yang diperoleh dari dinas pertambangan dan energi setidaknya terdapat 17 sumber energi yang dapat digunakan, diantaranya: Matayangu, Wangga (Umbu Ratunggay) dan Praikalala (Sambaliloku).

Selain itu menurut Umbu Katanga, energi lain yang bisa digunakan adalah energi Biomassa yang didapat dari Gas “kotoran” ternak. Gas inilah yang digunakan untuk menghasilkan energi. Di Bandung, pemanfaatan sumber energi ini telah berhasil. Ada keinginan untuk diterapkan di Sumba Tengah dengan melihat Sumber Daya Alam yang selama ini dimiliki terbuang dengan sia-sia. Hal ini akan berhasil di Sumba Tengah melalui pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, masyarakat sebagai pengguna mempunyai tanggungan sendiri untuk menghasilkan energi. (Dee Rambu Vara)

Iklan

MEWAKILI NTT, SANGGAR TARI GAILARU MARADA JUARA LOMBA TARI TINGKAT NASIONAL

YOGYAKARTA, (Talora) – Bersama 5 etnis lain yaitu Bali, Lampung, Kalimantan Barat dan Aceh, Sanggar Tari Gailaru Marada yang mewakili provinsi Nusa Tenggara Timur, ditetapkan sebagai juara bersama pada lomba seni tari daerah tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada tanggal 21-22 Mei 2008. . Acara ini merupakan bagian dari rangkaian acara peringatan Hari Kebangkitan Nasionnal yang ke 100 yang diikuti oleh 16 provinsi di Indonesia

Pada acara yang diselenggarakan di halaman Monumen Serangan Umum 1 Maret yang terletak di ujung jalan Malioboro itu, Gailar menampilkan tarian perang Anakalang “KATAGA” selama kurang lebih 15 menit. Para penari adalah mahasiswa – mahasiswa asal Anakalang, Sumba Tengah yang sedang menuntut ilmu di Yogyakarta, yang terdiri dari, penari : Viktor Umbu Sulung, Yohanis Umbu Saga Ana Kaka, Roby, Umbu Djanga Sabakodi, Beny, Saryadi Katanga Tagu Soba, Gloriansi Umbu Heingu Deta dan Rinto Umbu Kaballu. Penabuhnya antara lain : Marthen Umbu Laiya, Yonatan Umbu Djongu, Arnold Umbu Ngailu dan Eston Umbu Ringu.

Gailar yang mewakili provinsi NTT dan 4 provinsi lainya berhasil mengalahkan kontestan dari propinsi lainnya seperti Papua, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan karena mendapat penilaian yang lebih tinggi. Penilaian seni tari ini didasarkan pada kekompakan, keseriusan, keaslian dan kostum yang dikenakan. Gailar berhasil menjadi salah satu juara dan berhak membawa pulang piagam penghargaan dan uang tunai sebesar Rp 1.000.000,-.

Ini merupakan gelar nasional ke 2 yang diperoleh oleh Gailar setelah pada tanggal 23 Desember 2007 juga berhasil menjadi juara 1 dalam lomba seni tari se-Indonesia yang diadakan oleh Pemerintah kabupaten Bantul, Yogyakarta di Pasar Seni Gabusan.

Dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Nasional juga, sebelumnya yakni pada tanggal 17-19 Mei 2008, bersama mahasisawa dari 33 provinsi, sanggar tari Gailaru Marada juga terlibat dalam acara peresmian desa Kebangsaan di Imogiri, Bantul, Yogyakarta yang dihadiri oleh Menteri Sosial dan panglima TNI. Kemudian pada tanggal 20 Mei 2008 mengikuti acara peresmian GONG NUSANTARA yang dihadiri oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X, beberapa duta besar dan pejabat daerah Yogyakarta yang diisi dengan berbagai acara budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

“Eksisnya tarian kataga di Yogyakarta ini tidak lepas dari kerja keras dan rasa cinta para mahasiswa asal Sumba Tengah yang tergabung dalam sanggar tari Gailaru Marada terhadap budaya Sumba, sehingga nama Sumba khususnya dan NTT pada umumnya di wilayah Jawa sudah dikenal banyak orang terutama terhadap budaya sumba-NTT. Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi mahasiswa Sumba yang ada di Jawa ketika budaya kita sudah dikenal oleh banyak orang, karena sebagai mahasiswa, ini merupakan salah satu bentuk rasa cinta dan merupakan sesuatu hal yang bisa diberikan untuk daerah tercinta yaitu Sumba-NTT. Oleh karena itu, kiranya kegiatan budaya di daerah Sumba kiranya lebih diperhatikan oleh Pemda maupun pihak swasta, karena lewat budaya kita bisa dikenal dan lewat budaya pula kita bisa membangun daerah kita”. Demikian komentar dan harapan Marthen Umbu Laiya, senior Sanggar tari Gailaru Marada. (Umbu Saga Anakaka)