Mengatasi Pengangguran Dengan Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Masyarakat Sumba Tengah

dimas.jpg
Dimas Priambodho Umbu Bolu Tagukoda – Masalah pengangguran merupakan kasus krusial yang menyebabkan lambannya pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Penyebab utama tingginya penganggura di indonesia antaralain : kurangnya lapangan kerja, rendahnya jenjang pendidikan yang dicapai masyarakat, ditunjang dengan minimnya ketrampilan yang dikuarai oleh sumber daya manusia dan masih banyak lagi faktor penunjang lainnya.

Sumba Tengah sebagai kabupaten baru diharapkan mampu mensiyasati gejolak pengangguran yang sedang merambah bumi nusantara ini. Bukan hanya pemerintah saja tetapi juga masyarakat Sumbah Tengah dituntut untuk segera berbehah diri. Pemimpin Sumba Tengah diharapkan nantinya dapat bekerja sama dengan masyarakat dalam mengatasi masalah tersebut diatas.

Setelah sukses mekar menjadi kabupaten baru dipulau sumba, Sumba Tengah memang menjanjikan berbagai hal. Salah satunya yaitu diprediksikan oleh masyarakat, bahwa kabupaten baru Sumba Tengah akan menyedot banyak putra putri daerah untuk bisa mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sehingga kamipun yang saat ini sedang menimba ilmu dipulau jawa, berlomba-lomba untuk dapat cepat lulus agar bisa mengikuti tes PNS. Namun perlu diingat, peluang seperti ini pastinya tidak berlangsung lama atau bahkan tidak sesuai dengan yang kita diharapkan.

Didalam masa pembangunan, obat mujarap untuk mengatasi masalah pengangguran yaitu dengan menumbuhkan jiwa Kewirausahaan melalui Wirausaha. Kewirausahaan merupakan sikap mental dan sifat jiwa yang selalu aktif dalam berusaha untuk memajukan karya baktinya dalam rangka upaya meningkatkan pendapatan di dalam kegiatan usahanya. Kemudian Wirausaha adalah kemampuan seseorang untuk hidup sendiri atau berdikari di dalam menjalankan kegiatan usahanya atau bisnisnya yang bebas atau merdeka secara lahir dan bathin.

Melihat begitu kompleksnya pengertian dari Kewirausahaan dan Wirausaha, bukan berarti seorang calon wirausahawan harus bersusah payah untuk memikirkan usaha apa yang akan ia bangun. Sebab segala macam bentuk usaha,bila diterapkan dengan pola manajemen usaha (perencanaan, pelaksanaan, pengontrolan) yang baik pasti akan menuai hasil yang memuaskan.

Sebagai suatu contoh, telah banyak kota-kota maju di indonesia yang masyarakatnya telah sukses menumbuhkan jiwa kewirausahaan dengan mengkomersialkan makanan khas daerah melalui usaha makanan. Sebut saja Yogyakarta dengan gudeg dan bakpia pathoknya, Semarang dengan lumpia dan bandeng prestonya, Makassar dengan coto makassar dan es palubutungnya, dan manado dengan rica-ricanya.

Bila para pelancong atau wisatawan yang inngin menikmati masakan-masakan tersebut, sudah tersedia rumah makan atau warung makan yang siap menjajakan masakan khas daerah setempat. Itu baru soal makanan, apalagi kalau soal mengkomersialkan hasil kerajinan, tidak perlu ditangnyakan lagi. Mereka memang jagonya.

Kota-kota tersebut diatas sangat populer ditanah air karena mampu mengkomersialkan makanan khas daerahnya. Mengapa bisa demikian? Jawabannya adalah karena masyarakat dikota-kota tersebut memiliki jiwa kewirausahaan. Didalam jiwa kewirausahaan terkandung makna berani mengambil resiko, pantang menyerah, dan kerja keras. Luarbiasa bukan? Lalu bagaimana dengan Sumba Tengah ? apakah sumba tengah tidak memiliki makanan khas ? atau kerajinan tangan misalnya?

Anakalang yang sudah hampir pasti menjadi ibu kota kabupaten hendaknya menyiapkan jawaban untuk pertanyaan diatas sejak dini. Secara pribadi saya sudah mengenal anakalang sejak usia 7 tahun. Saya sangat suka sekali dengan kue putu dan sayur ka’batta buatan nenek. Kue putu dan sayur ka’batta adalah masakan yang sudah tidak asing lagi di lidah dan telinga orang anakalang. Saya ataupun masyarakat Sumba Tengah lainnya mungkin dengan mudah dapat jika ingin menikmati masakan khas Anakalang tersebut. Tetapi bagaimana dengan nasip wisatawan domestik (dalam negeri) atau wisatawan asing yang ingin menikmati atau mencicipi masakan khas anakalang ? apakah di anakalang sudah tersedia rumah makan atau warung makan yang menyediakan ka’batta dan kue putu? Jawabannya tentu saja belum ada.

Sayur ka’batta dan kue putu mungkin hanya merupakan contoh kecil saja. Mungkin masih banyak lagi masakan khas Anakalang yang saya tidak ketahui. Sayur ka’batta dan kue putu merupakan peluang usaha yang potensial bila dikenbangkan dan juga merupakan modal besar yang di sepelekan. Tidak hanya makanan sebenarnya, tetapi Anakalang juga menyimpan cukup banyak jenis kerajinan tangan tradisional, seperti tikar, kaleku, tempat sipinang, kain tenun, dan bola nasi yang memiliki nilai ekomomi yang tinggi. Sumba tengah sudah memiliki ketrampilan dalam diri masyarakatnya. Tinggal bagimana masyarakat tersebut dilatih untuk dapat menerapkan pola manajemen usaha yang baik.

Takut gagal serta tidak berani mengambil resiko merupakan beberapa faktor penyebab usaha makanan kurang diminati dikalangan masyarakat sumba tengah. Sedangkan penyebab usaha makanan kurang diminati oleh masyarakat sumba tengah adalah gengsi. Apabila masyarakat sumba tengah ingin berkecimpung didunia usaha khususnya untuk usaha makanan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengubur dalam-dalam gengsi yang ada dalam diri masyarakat sumba tengah. Menjual makanan bukanlah suatu pekerjaan yang hina, namun suatu profesi yang lebih mulia daripada mencuri atau merampok.

Dalam dunia wirausaha, kerjakeras, keberanian mengambil resiko, dan kreatifitas, merupakan tiga hal utama yang wajib dilaksanakan. Melalui kewirausahaan masyarakat sumba tengah dapat belajar mandiri, inovatif, dan kreatif guna meningkatkan kesejahteraan.

Tantangan untuk bisa terus bertahan sebagai kabupaten, tidak hanya merupakan tanggung jawab penuh para pemimpin sumba tengah nantinya. Tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat sumba tengah. Masyarakat sumba tengah diharapkan tidak terlalu terlena dengan hiruk pikuk atmosfer politik yang makin memanas menjelang pilkada sumba tengah yang akan dilaksakan dalam waktu dekat. ,tetapi yang terpenting juga harus tahu bagaimana caranya meningkatkan kesejahteraan hidup.

Soal berpolitik tidak usah diragukan lagi, sudah pasti masyarakat Sumba Tengah jagonya. Tetapi bagaimana caranya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Sumba Tengah masih perlu banyak belajar.

Pemerintah Sumba Tengah kedepan diharapkan dapat mengalokasikan dana untuk kegiatan-kegiatan perlatihan kewirausahaan kepada masyarakat. Pelatihan yang bertujuan untuk mengasah kertrampilan masyarakat dalam meningkatkan nilai jual suatu komoditi yang dimiliki daerah, sehingga mampu menciptakan masyarakat yang mandiri, kreatif, dan inovatif. Apabila pemerintah sumba tengah sudah mampu menciptakan para manusia sumba tengah yang mandiri, kreatif, dan inofatif, masalah pengangguran bukan lagi merupakan ancaman yang menghawatirkan.

Akan datang suatu perubahan untuk dapat hidup lebih baik merupakan dambaan seluruh masyarakat sumba tengah. Tapi sebenarnya perubahan adalah soal waktu yang terpenting adalah niat dari masyarakat sumba tengah untuk berubah.

5 Komentar

  1. Hallo Dimas,

    Masih ingat dengan saya khan? ide didalam tulisan adik, saya sangat suka. Mudah2an Anggaran belanja rutin ST kedepan dapat ditekan seminim mungkin, sehingga Pemda masih punya uang lebih untuk membiayai hal/kegiatan yang berhubungan dengan kreativitas masyarakat yang Dimas maksud dalam tulisan ini.

    Syalam hangat dan selamat belajar ya dhek.

    Rudi Samapati

  2. ok,good news..

    http://ridwanfarid.wordpress.com

  3. WEqs… lambat tau kalo ada Talora Online… Mantap sudah…!!!

    Ikut tambah2 sedikit ko mengenai wira usaha di ST ini.. Apalagi masih baru-barunya ST to? jadi saingan blom terlalu banyak juga…
    Semangat wirausaha memang harus kita kembangkan di ST, tapi perlu dukungan juga dari kita punya keluarga di ST sana…
    Kisah-kisah orang bangkrut di Anakalang sana hampir 100 persen di sebabkan oleh kalangan keluarga sendiri. Perilaku BON Dulu lah yang menyebabkan pelaku usaha tidak bisa “putar modal”. Mau tega tidak layani BON? Waaa..silsilah keluarga bakal muncul dengan segala embel2nya… Atau nanti malam itu seng akan babunyilah dari lemparan batu..
    Makanya, hanya para pendatang yang bisa sukses usaha disana. Pribuminya..?? Hmmmm….smoga keadaan bisa berubah …!!!
    Salam sukses… Tuhan beserta kita..!!!

  4. Hi Temans,

    Wah keren bow! ada blognya. Sukses ya utk usaha2 temen2 yang udah mengusahakan prog ini. Aku liat2 koq cowok semua yang ngerjain? makanya aku pingin ikutan nimbrung disini, meski aku bukan pribumi Sumba but I really care of it lhoh. Boleh ngenalin diri tidak disini? Kan aku member baru. habisnya ngga ada icon ‘contact us’ sih🙂

    Btw, sebenernya aku alumni FBS UKSW 02er yang suka search keg mhsiswa terutama prog2 utk daerah yang masih virgin seperti Sumba. Sekarang aku bkrja di salah satu instansi asing yang dekat sekali dgn prog pengembangan SDA n SDM baik lokal maupun asing. Mungkin someday aku mau coba berdomisili di ST supaya dapat bersama2 dgn kalian membangun ST, ok? Sebenarnya banyak sekali yang dapat digarap disana hanya dibutuhkan dedikasi yang berorientasi pada pertumbuhan significant dari berbagai segmen di masy sosial. Mungkin aku gak bisa ngomong cas cis cus politis, puitis, kritis spt tmn2 disini, tapi dengan kemampuan yang aku punya mungkin aku bisa memberi kontribusi konkret daripada sekedar wacana2.

    Ada keinginan kalau someday aku tinggal disana mungkin aku dapt menyumbangkan dedikasi di sektor pendidikan, paling tidak masy menjadi aware akan sektor basic ini ditengah2 modernitas yang membutuhkan kemampuan memadai juga kecerdasan melihat peluang. Banyak sekali sumber2 dana yang tersedia dari pihak asing dan sangat disayangkan karena tidak tersentuh oleh org2 pribumi ST, jadi mengomentari yang dikatakan mas Dimas, mungkin kita dapat membangun ST dgn tidak hanya menjadi PNS.

    Pusat Bahasa dan Budaya adalah ide yang terlintas di pikiran aku, karena lembaga ini akan menjadi jembatan yang ampuh utk cross cultural termasuk promosi untuk mendatangkan income bagi masy setempat. Hal ini tidak saja menjadi tugas pemda setempat namun jg kesadaran masy untuk dengan smart membaca peluang ini.

    Program pembinaan ibu2 (PKK) mungkin juga perlu kali ya, why not? . Banyak sekali hal yang dapat dibina dan diciptakan, bukankah komunitas yang handal juga dimulai dari peran ibu? (wah kayak menteri permberdayaan wanita huehehe~).

    Lain waktu mungkin kita bisa berdiskusi lebih banyak ya temans, mendingan langung kita wujudkan aja from the small things karena kalau sekedar angan2 yang terlalu lama saya agak khawatir tidak jadi kenyataan karena yang namanya “alam rencana” itu PASTI belum dapat dikatakan sbg suatu pencapaian (menurut Golden Ways nya Mario Teguh).

    Semoga pengalaman bekerja di tempat sekarang dapat menjadi modal berupa ‘bahan setengah jadi’ yang siap di aplikasikan di ST nanti bersama temans, God’s willing.

    Salam,.

    -Ita-

  5. sorry ana baru tahu klo talora online.boleh nimbrung kan….bro gw suka bangt tuh idex cemerlang…masakan khas sumba ga kalah dgn yg di luar daerah..apalagi kue putu & kabata gw suka bangat tuhh…hehehe……gbu always….


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s